Peranan Plankton Bagi Manusia

PLANKTONOLOGI

PERANAN PLANKTON BAGI MANUSIA

 

     Disusun oleh :
Yeni Puspita                  160254242013




JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
KEPULAUAN RIAU
2017



KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat taufik dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Peranan Plankton Bagi Manusia”. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan partisipasi, baik moral maupun materil dalam pembuatan makalah ini
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Plankton. Selain itu, makalah ini juga di buat sebagai suatu kajian terhadap pemahaman pembaca mengenai apa saja peranan plankton.
Penulis juga menyadari bahwa didalam penyusun makalah ini masih terdapat kekurangan. Seperti kata pepatah “Tak ada gading yang tak retak” yang berarti bahwa sesuatu itu tidak ada yang sempurna. Oleh karena itu, penulis senantiasa mengharapkan masukan dan kritik yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.


  Tanjung Pinang,  29 November  2017
                                                                                         Penyusun








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................................
BAB I     PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang   ..................................................................................................

1.2  Rumusan Masalah................................................................................................

1.3  Tujuan   ................................................................................................................

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1  Pengertian Plankton…………………………………………………………….

2.2  Pembagian Plankton...........................................................................................

2.3  Peranan Plankton Bagi Manusia……………………………………………….

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………......................................................................................
3.2 Saran  ...................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................







BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
            Peranan dan kedudukan masing-masing organisme di laut digambarkan dalam piramida makanan di laut. Dasar piramida ditempati oleh organisme produser atau organisme autotrop yang mampu merubah bahan anorganik menjadi bahan organik dengan memanfaatkan energi matahari. Penggerak utama sistem kehidupan di bumi adalah energi matahari. Energi matahari kemudian dimanfaatkan oleh organisme autotroph untuk membentuk bahan organik yang akan dimanfaatkan oleh organisme herbivora. Fitoplankton merupakan organisme autotroph utama dalam kehidupan di laut. Melalui proses fotosisntesis yang dilakukannya, fitoplankton mampu menjadi sumber energy bagi seluruh biota laut lewat mekanisme rantai makanan. Walaupun memiliki ukuran yang kecil namun memiliki jumlah yang tinggi sehingga mampu menjadi
pondasi dalam piramida makanan di laut.

Laut merupakan sebuah ekosistem besar yang di dalamnya terdapat interaksi yang kuat antara faktor biotik dan abiotik. Interaksi yang terjadi bersifat dinamis dan saling mempengaruhi. Lingkungan menyediakan tempat hidup bagi organisme-organisme yang menempatinya sebaliknya makluk hidup dapat mengembalikan energi yang dimanfaatkkannya ke dalam lingkungan. Suatu daur energi memberikan contoh nyata akan keberadaan interaksi tersebut. Di laut terjadi transfer energi antar organisme pada tingkatan tropis yang berbeda dengan demikian terjadi proses produksi. Hirarki proses produksi membentuk sebuah rantai yang dikenal dengan rantai makanan.

1.2 Rumusan Masalah

1.    Apa yang dimaksud dengan Plankton?
2.    Apa itu Fitoplankton dan Zooplankton?
3.    Apa Peranan Plankton Tarhadap Manusia?
1.3 Tujuan

1.    Untuk Mengetahui Apa yang dimaksud dengan Plankton
2.    Bisa Membedakan Fitoplankton dan Zooplankton
3.    Untuk Mengetahui Peranan Plankton Tarhadap Manusia



BAB II
                                                             TINJAUAN TEORI                           
2.1       Pengertian Plankton
Plankton berasal dari bahasa yunani yaitu planktos berarti pengembara atau penghanyut. Istilah plankton pertama kali diterapkan untukorganisme di laut oleh Victor Hensen direktur Ekspedisi Jerman pada tahun1887 yang dikenal dengan ?Plankton Expedition? yang khusus dibiayai untuk menentukan dan membuat sitematika organisme laut, dan kemudian disempurnakan oleh Haeckel pada tahun 1990 (Charton dan Tietjin,1989). Plankton adalah organisme baik tumbuhan maupun hewan yang umumnya berukuran relatifkecil (mikro), hidup melayang-layang di air, tidak mempunyai daya gerak walaupun ada, daya gerak relatif lemah sehingga distribusinya sangat dipengaruhi oleh daya gerak air, seperti arus dan lainnya (Nyabakken,1992). Berdasarkan daur hidupnya plankton di bagi menjadi tigakelompok yaitu holoplankton, meroplankton dan tikoplankton. Holoplankton yaitu organisme akuatik yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik. Meroplankton ialah organisme akuatik yang seluruh daur hidupnya bersifat planktonik.Sedangkan tikoplankton adalah bukan merupakan plankton sejati (Sachlan, 1972). Raynold (1990) dalam Kholik (1997) menyatakan bahwa plankton dapat dijumpai baikdiperairan tawar, payau dan laut. Berdasarkan ukurannya, plankton dapat dibedakan megaplankton (20-200 cm), makroplankton (antara 2-20cm), mesoplankton (0,2m-20 cm), mikroplankton (20 ? 200 μm), nanoplankton (2-200), pikoplanton (0,2 ? 2 μm ), femkoplankton (< 0,2 μm ).

2.2       Pembagian Plankton
Secara sederhana plankton diartikan sebagai hewan dan tumbuhan renik yang terhanyut di laut. Nama plankton berasal dari akar kata Yunani “planet” yang berarti pengembara. Istilah plankton pertama kali diterapkan untuk organisme di laut oleh Victor Hensen direktur Ekspedisi Jerman pada tahun 1889, yang dikenal dengan “Plankton Expedition” yang khusus dibiayai untuk menentukan dan membuat sitematika organisme laut (Charton dan Tietjin, 1989).
Plankton terdiri dari dua kelompok besar organisme akuatik yang berbeda yaitu organisme fotosintetik atau fitoplankton dan organisme non fotosintetik atau zooplankton.


Fitoplankton :

Fitoplankton adalah tumbuhan mikroskopik (bersel tunggal, berbentuk filamen atau berbentuk rantai) yang menempati bagian atas perairan (zona fotik) laut terbuka dan lingkungan pantai. Nama fitoplankton diambil dari istilah Yunani, phyton atau "tanaman" dan “planktos” berarti "pengembara" atau "penghanyut”. Walaupun bentuk uniseluler/bersel tunggal meliputi hamper sebagian besar fitoplankton, beberapa alga hijau dan alga biru-hijau ada yang berbentuk filamen (yaitu sel-sel yang berkembang seperti benang) Koloni diatom dan dan alga biru-hijau juga memproduksi rangkaian sel yang saling berhubungan. Tidak seluruh organisme fotosintetik pelagis bersifat mikroskopi, sebagai contohnya adalah alga multiseluler makroskopoik Sargassum spp, yang merupakan hasil biomasa utama di Laut Sargasso di Atlantik Utara.


Zooplankton :

Zooplankton merupakan plankton hewani yang terhanyut secara pasif karena terbatasnya kempuan bergerak. Beberapa contoh jenis zooplankton dapat dilihat pada. Berbeda dengan fitoplankton , zooplankton hamper meliputi seluruh filum hewan mulai dari protozoa (hewan bersel tunggal) sampai filum Chordata (hewan bertulang belakang). Para ahli kelauatn juga mengklasifikasikan zooplankton sesuai ukuran dan lamanya hidup sebagai plankton.. Beberapa jenis zooplankton, disusun berdasarkan ukuran dan kemampuan pergerakan
Ada tiga katagori ukuran zoopalnkton yang dikenal dengan mikrozooplankton, mesozooplankton, dan makrozooplankton. Mikrozooplankton meliputi zooplankton yang dapat melewati plankton net dengan mata 202 μm dan mesozooplankton adalah yang tersangkut sedangkan makrozooplankton dapat ditangkap dengan plankto net dengan lebar mata 505μm. Berdasarkan sikulus hidupnya zooplankton ada yang selamanya sebagai plankton (holoplankton) dan ada yang sebagian hidupnya (pada awal hidupnya) saja sebagai plankton (meroplankton). Organisme meroplankton terutama terdiri dari larva planktonik dan bentik invertebrata, bentik chordata dan nekton
(ichtyoplankton). Kelompok holoplankton yang dominan antara lain copepoda, cladosera dan rotifera. Beberapa genera dari copepoda menempati perairan pantai seperti Acartia, Eurytemora, Pseudodiaptomus dan Tortanus. Spesies copepoda umumnya mendominasi fauna holoplanktonik. Copepoda calanoid melebihi jumlah cyclopoid dan harpacticoid pada ekosistem estuaria. Cyclopoid umumnya litoral dan bentik tetapi beberapa merupakan spesies planktonik.


2.2       Peranan Plankton Bagi Manusia

Peranan Fitoplankton 

Salah satu faktor yang merupakan dasar untuk menentukan kesuburan perairan adalah keadaan fitoplankton karena organisme tersebut sangat berpengaruh langsung maupun tidak langsung bagi ikan serta organisme lainnya, sehingga menghasilkan oksigen dan juga menentukan zat organik dari bahan anorganik melalui proses fotosintesis.  Fitoplankton sebagai tumbuhan yang mengandung pigmen klorofil mampu melaksanakan reaksi fotosintesis di mana air dan karbondioksida dengan adanya sinar matahari dan garam-garam hara dapat mengahsilkan senyawa organik. Karena kemapuannya membentuk zat organik dari zat anorganik maka fitoplankton disebut sebagai produser primer, merupakan pangkal rantai makanan dan merupakan fundamen yang mendukung kehidupan seluruh biota laut lainnya. Dengan demikian perairan yan mempunyai produktivitas primer fitoplanktonnya tinggi akan mempunyai potensi sumberdaya hayati yang besar pula. 

Fitoplankton merupakan makanan alami bagi berbagai jenis ikan dan udang yang menempati tingkat produser pertama dalam aliran energi (Odum, 1971). Fitoplankton sebagai produser primer diperairan merupakan salah satu kehidupan bagi seluruh organisme hewani. Disamping itu juga fitoplankton sebagai penghasil oksigen terlarut dalam perairan. Beberapa fungsi dan perana fotoplankto yaitu :
1.      sebagai produser oksigen dalam air.
2.      merupakan makanan alami zooplankton, beberapa jenis ikan dan udang masih kecil/muda.
3.      fitoplankton yang mati akan tenggelam di dasar dalam keadaan anaerob akan diuraikan menjadi bahan organik, serta
4.      membantu menyerap senyawa yang berbahaya bagi organisme dasar.

Banyak sedikitnya plankton yang terdapat di suatu perairan yang berpengaruh terhadap populasi ikan dan biota lainnya yang terdapat di perairan itu. Jelas tidaknya suatu perairan dapat dilihat dari banyak sedikitnya fitoplankton yang terdapat di perairan tersebut. 

Kelimpahan plakton di suatu perairan dapat memberikan informasi tentang produktivitas perairan, dalam hal ini merupakan suatu ukuran kemampuan perairan dalam menopang atau mendukung kehidupan organisme atau ikan-ikan yang hidup di perairan tersebut.

Peranan Zooplankton

Zooplankton merupakan organisme penting dalam proses pemanfaatan dan pemindahan energi karena merupakan penghubung antara produsen dengan hewan-hewan pada tingkat tropik yang lebih tinggi. Dengan demikian populasi yang tinggi dari zooplankton hanya mungkin dicapai bila jumlah fitoplankton tinggi. Namun dalam kenyataannya tidak selalu benar dimana seringkali dijumpai kandungan zooplankton yang rendah meskipun kandungan fitoplankton sangat tinggi. Hal ini dapat diterangkan dengan adanya “The Theory of Differential Growth Rate” (Teori Perbedaan Kecepatan Tumbuh) yang dikemukakan oleh Steeman dan Nielsen (1973) yang menyebutkan bahwa pertumbuhan zooplankton tergantung pada fitoplankton tetapi karena pertumbuhannya lebih lambat dari fitoplankton maka populasi maksimum zooplankton akan tercapai beberapa waktu setelah populasi maksimum fitoplankton berlalu. Selain itu terdapat pula teori yang menerangkan terjadinya hubungan terbalik antara zooplankton dan fitoplankton, teori ini dikenal dengan “Theory of Grazing” yaitu dimakannya fitoplankton oleh zooplankton yang dikemukakan oleh Harvey et. al (1935). Bila populasi zooplankton meningkat, pemangsaan fitoplankton akan sedemikian cepatnya sehingga fitoplankton tidak sempat membelah diri, jika jumlah zooplankton menurun dan menjadi sedikit maka hal ini memberi kesempatan kepada fitoplankton untuk tumbuh dan berkembang biak sehingga menghasilkan konsentrasi yang tinggi (Davis, 1955).









BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
            Plankton merupakan  makhluk ( tumbuhan atau hewan ) yang hidupnya, mengambang, atau melayang di dalam air yang kemampuan renangnya terbatas sehingga mudah terbawa arus. Plankton berbeda dengan nekton yang berupa hewan yang memiliki kemampuan aktif berenang bebas, tidak tergantung pada arus air. Plankton memiliki banyak manfaat diperairan, seperti untuk pakan ikan, Penambahan DO, penstabil kualitas air dan sebagainya.

  3.2     Saran
         Kritik  dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis menyadari tanpa ada saran dan perbaikan, penulis tidak dapat mengkoreksi keberhasilan pembuatan makalah ini.












DAFTAR PUSTAKA
https://karyatulisilmiah.com/pengertian-plankton/?upm_export=pdf
http://repository.unpad.ac.id/4134/1/karakteristik_biologi_dan_peranan_plankton.pdf

Komentar